Makna Ibtida Hakiki dan Ibtida Idhafi

Makna Ibtida Hakiki dan Ibtida’ Idhofi
Oleh : Mulyono (Pengajar/Guru Bahasa Arab di MTs YPMI Wanayasa)

MTSYPMI.COM – Pembaca yang budiman dan yang dirahmati oleh Allah SWT, para ulama terdahulu maupun ulama modern (masa kini) dalam menyusun kitab-kitabnya selalu diawali dengan kalimat Basmallah (Bismillahir rahmanir rahim) kemudian diikuti kalimat Hamdallah (Al Hamdulillah).

Hampir semua kitab yang ditulis para ulama ini tak lepas dari kalimat-kalimat tersebut, hal tersebut dilakukan para ulama boleh jadi mengikuti susunan al-Qur’an ayat pertama (Basmallah) dan kedua (Hamdalah) dalam surat al-Fatihah.

Ketika kedua kalimat ini dijelaskan oleh para mushanif (pengarang) kitab-kitab matan, beliau menguraikan alasan memulai dengan basmalah dan diikuti hamdalah karena mengikuti susunan al-Qur’an dan merujuk pada kedua hadis yang mengisyarahkan sunat memulai suatu pekerjaan yang baik dengan basmallah dan diakhiri dengan hamdalah.

Alasan lainnya, sebagai isyarah bahwa di antara dua hadis itu tidak terjadi pertentangan (ta’arudh) dan keduanya bisa dikompromikan dengan memaknai permulaan dengan basmallah sebagai ibtida’ hakiki dan memaknai permulaan dengan hamdalah sebagai ibtida’ idhafi.

Dalam memaknai Ibtida’ Hakiki dan Ibtida Idhafi ini, dapat kita lihat dalam Busyra al-Kariim bii Syarh Masail at-Ta’lim, hal. 44.

ولا تعارض بين حديث البسملة والحمدلة؛ إذ الابتداء
– حقيقي وهو: ما تقدم أمام المقصود ولم يسبق بشيء
– وإضافي [وهو]: ما تقدم أمام المقصود سواء سبق بشيء أم لا، فحُمل خبر البسملة على الحقيقي، وخبر الحمدلة على الإضافي، ولأن في رواية بـ”ذكر الله”، وبها يندفع التعارض من أصله؛ لأنها مبيِّنة أن المراد: بأيِّ ذكر كان، فيحصل بجميع أنواعه من بسملة وحمدلة وغيرهما، كما أوضحته في الأصل

Dalam pengertian diatas, dapat kita simpulkan :
Ibtida’ Hakiki, yaitu kalimat pembuka sebelum masuk kedalam pembahasan dan tidak ada kalimat lain sebelumnya. dengan demikian, Basmallah disebut ibtida’ hakiki karena basmallah disebutkan sebelum masuk dalam pembahasan dan tidak ada kalimat lain sebelum basmallah.

Ibtida’ Idhafi, yaitu kalimat pembuka sebelum masuk dalam pembahasan, namun sebelumnya sudah ada kalimat lain. Dengan demikian, Hamdallah disebut ibtida’ idhafi karena ia disebutkan sebelum masuk dalam pembahasan namun sebelumnya ada basmallah.
Wallahu a’lam

Catatan : Para pembaca yang budiman, jika anda berminat menulis artikel seputar dunia pendidikan islam atau artikel lainnya untuk dipublikasikan di website ini, silahkan anda kirim melalui e-mail : info.ypmi@gmail.com

Share this :

14,487 thoughts on “Makna Ibtida Hakiki dan Ibtida Idhafi